Mereka telah saling mengenal dan menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan menghabiskan banyak waktu bersama. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman. Bond menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Zakia . Dia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri.
TAKUT! Takut akan penolakan, takut jika Zakia tidak merasakan hal yang sama,takut kalau Zakia tidak menerimanya sebagai temannya lagi,takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Zakia dan dengan harapan, bahwa Zakia lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Bond. Suatu keinginan yang sedikit berlebihan memang untuk seorang lelaki bernama Bond.
Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Zakia dan Bond pergi ke arah yang berlainan. Zakia melanjutkan studinya ke keluar
Dan tiba-tiba, di suatu hari Bond sedang pulang kedesa karena suatu acara pernikahan sepupuhnya yang selama ini telah memberikan perhatian dan dukungan kepadanya.
Apa yang terjadi? Tanpa diduga-duga ternyata Zakia juga sedang berada di desa dan entah dikarenakan suatu keperluan atau hanya sedan gberjalan-jalan saja. Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua tahun berlalu dan Bond tetap berharap bahwa Zakia akan dapat mengetahui, dan juga dapat mengerti akan persaan yang bond miliki.
Setelah semua keperluan dan acara selesai, maka tepat jam 14.45 wib, sore itu juga bond ingin kembali kekota dengan menaiki transportasi darat. Salah satu Bus Umum di bagian Sumatera Utara KUPJ itulah bus yang dinaiki Bond, tibalah hal yang paling mendebarkan, tanpa diduga dan disangka ternyata Zakia juga menaiki bus yang sama dengan bond. “dengan setengah terkejut bond tiba-tiba saja bingung tidak tahu harus berbuat apa, ingin menyapa tapi dia takut Zakia tidak lagi mengenalinya. Akhirnya Bond memilih untuk diam dan pura-pura tidak tahu kalau itu adalah Zakia. (suatu pilihan konyol untuk seseorang yang telah memendam rasa kekaguman terhadap seorang wanita yang sangat dia sayangi).
Akhirnya sang pengemudi bus menyapa bond, dan menyatakan kalau bangku yang diduduki bond telah ada yang memesan. Mau tidak mau maka bond pun haru menjawab pernyataan si pengemudi dengan bertanya “siapakah yang telah memesan bangku yang saya duduki ini bang..??”, ternyata Zakia yang duduk tepat dibelakang bangku bond tersentak, karena dia merasa tidak asing dengan suara orang yang berbicara tepat didepannya itu. Zakia pun memastikan sambil melihat wajah lelaki tersebut, dan Zakia berkata ….. “bang Bond…, Yaampun sombong banget ma zakia bang Bond…!!!, sedikit mengungkap memory lama Zakia melanjutkan kata-katanya “dulu bang bond bilang kalau nanti kita ketemu suatu saat biarkan bang bond yang menyapa Zakia terlebih dahulu, tapi ternyata semuanya hanya imajinasi doang ya…!!. Sedikit kecewa di hati Zakia karena sikap bodoh Bond yang tidak tahu harus berbuat apa.
Akhirnya Bond sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan. Bond pun berpindah tempat duduk kesamping Zakia sambil meminta maaf. Disepanjang perjalanan Bond dan Zakia banyak bercerita tentang kisah yang selama ini telah dalami masing-masing, bond bercerita tentang suasana pekerjaannya sedang Zakia bercerita tentang suasana Perkuliahannya yang ternyata baru saja Bond ketahui bahwa Zakia sedang belajar di Akademi Kebidanan (AKBID) disebuah kota yang ada Sumatera Utara.
Bond berbunga-bunga. Dengan tekad yang bulat akhirnya dia mengungkapkan Rasa Cinta dan sayang kepada Zakia, meski sekian lama tak bertemu tanpa adanya sedikitpun komunikasi. Namun perasaan bond tetap tidak pernah berubah kepada Zakia. Yaitu perasaan cinta yang tulus dan kasih yang suci.
Namun ….lagi-lagi bond harus menemui kekecewaan, entah karena alasan apa, entah karena bond yang tak begitu pintar untuk mengungkapkan persasaan, entah karena memang Zakia yang tak pernah bisa mengerti akan persaan yang Bond miliki kepada Zakia, dan entah karena apapun itu..
Zakia menolak dengan halus semua perasaan yang selama ini Bond miliki kepadanya."bang Bond ...Kita harus tau bahwa Cinta tak harus memiliki", Dengan menahan sesak perih didada nya Bond pun berkata “thanks ya Zakia buat semuanya. Sedikit bermain dengan alam hayal Bond berpikir bahwa semua ini memang sudah seharusnya dapat dia terima dengan berlapang dada, “Meski pedih bukan tetap harapan. Pergilah Zakia…pergilah, pergilah …..!!, biarlah aku berkubur duka asal kau temui bahagia……..
Zakia …
Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu
Maka..
Izinkanlah Selamanya Namamu Dihatiku
for some one special ++++++++ !ZK!
0 komentar:
Posting Komentar